Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Upaya Pencegahan Pekerja Anak

 

Dorong upaya pencegahan pekerja anak di tanah air secara konsisten dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan didukung sejumlah pihak terkait. 

"Dampak peningkatan jumlah pekerja anak sangat serius. Anak-anak yang merupakan masa depan bangsa, berpotensi kehilangan haknya untuk bersekolah, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman. Bahkan, keselamatan mereka kerap terancam," ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2). 

Upaya Pencegahan Pekerja Anak Harus Konsisten dan Komprehensif

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, proporsi pekerja anak tercatat mencapai 2,85%. Prosentase itu naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berada di level 2,39%. Pergerakan itu mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh pemulihan kesejahteraan rumah tangga, terutama keluarga dengan keterbatasan akses pendidikan dan pendapatan.

Menurut Lestari, catatan dari BPS terkait tren peningkatan pekerja anak harus segera direspon dengan langkah-langkah yang tepat dan terukur. Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa upaya untuk mencegah peningkatan pekerja anak melibatkan pemangku kepentingan di sejumlah sektor, seperti antara lain sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan perekonomian di tingkat pusat dan daerah. 

Kolaborasi yang kuat antarsektor tersebut, jelas Rerie yang juga anggota Komisi X  DPR RI itu, harus mampu dibangun dengan segera agar dapat diterapkan kebijakan yang tepat untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. 

Lestari Moerdijat: Segera Realisasikan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap penghapusan pekerja anak di tanah air dapat direalisasikan dengan dukungan kebijakan dan komitmen kuat semua pihak terkait, termasuk masyarakat. Karena, tegas Rerie, menyelamatkan anak dari tindakan eksploitasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa. *